spotrsbook kasino online game slot angka 4d poker online permainan tangkas livestream
sbobet ibcbet mr8 y88sport
sbobet casino ibcbet casino ion klub og gaming  wm casino idn
joker
isin4d
acepoker
tangkasnet
img

Masih ingat dengan asteroid seukuran pesawat, 2017 OO1, yang nyaris menabrak bumi tanpa terdeteksi pada bulan lalu? Kali ini, asteroid raksasa berdiameter 4,4 kilometer akan mendekat ke bumi pada 1 September 2017.

Namun, Anda tidak perlu merasa takut atau terancam. Sebab, menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ( NASA), asteroid bernama Florence tersebut hanya akan lewat saja dan tidak akan menabrak bumi.

Pada titik terdekatnya, Florence akan berjarak 7 juta kilometer dari bumi atau sekitar 18 kali lipat lebih jauh daripada bulan. Angka tersebut memang terdengar luar biasa jauh, tetapi dalam skala galaksi, jarak Florence dan bumi hanyalah setipis kertas.

KOMPAS.com -- Masih ingat dengan asteroid seukuran pesawat, 2017 OO1, yang nyaris menabrak bumi tanpa terdeteksi pada bulan lalu? Kali ini, asteroid raksasa berdiameter 4,4 kilometer akan mendekat ke bumi pada 1 September 2017.

Namun, Anda tidak perlu merasa takut atau terancam. Sebab, menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ( NASA), asteroid bernama Florence tersebut hanya akan lewat saja dan tidak akan menabrak bumi.

Pada titik terdekatnya, Florence akan berjarak 7 juta kilometer dari bumi atau sekitar 18 kali lipat lebih jauh daripada bulan. Angka tersebut memang terdengar luar biasa jauh, tetapi dalam skala galaksi, jarak Florence dan bumi hanyalah setipis kertas.

(Baca juga: Tanpa Anda Sadari, Asteroid Seukuran Pesawat Nyaris Menabrak Bumi)

Dikutip dari siaran pers NASA, Paul Chodas selaku manajer dari CNEOS di Jet Propulsion Laboratory mengatakan, walaupun ada banyak asteroid yang lebih dekat dengan bumi daripada Florence pada 1 September mendatang, mereka semua diperkirakan lebih kecil (daripada Florence).

“Florence adalah asteroid terbesar yang melewati bumi dengan jarak sedekat ini sejak program NASA yang mendeteksi asteroid dekat bumi dimulai,” tambahnya.

Asteroid Florence pertama kali dideteksi pada 2 Maret 1981 oleh astronom Amerika Serikat Schelte Bus di Siding Spring Observatory, bagian barat daya Australia. Para astronom pun menamainya Florence untuk menghormati Florence Nightingale (1820-1910), pionir keperawatan modern.

Ukuran Florence yang luar biasa tersebut diperkirakan oleh NASA yang menggunakan Spitzer Space Telecsope dan mengadakan misi NEOWISE.

Namun, dalam kesempatan kali ini, NASA berencana untuk melakukan penelitian radar dengan menggunakan Goldstone Solar System Radar di California dan Arecibo Observatory milik National Science Foundation di Puerto Rico. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data yang lebih akurat mengenai ukuran dan permukaan Florence.

Ini memang bukan pertama kalinya Florence mendekat ke bumi. Namun, fenomena yang akan terjadi pada 1 September ini akan menjadi yang terdekat setelah asteroid tersebut melewati bumi pada 31 Agustus 1890 dengan jarak 6,7 juta kilometer. Di antara 1890 dan 2017, Florence juga pernah melewati bumi pada tanggal 29 Agustus 1930 dengan jarak 7,8 juta kilometer.

Selama 500 tahun ke depan, Florence juga diperkirakan akan melewati bumi sebanyak tujuh kali, tetapi tidak ada satu pun yang akan sedekat fenomena kali ini hingga tahun 2500.

Bagi Anda yang tertarik untuk menyaksikannya, asteroid tersebut akan dapat dilihat melalui teleskop kecil selama beberapa malam dari akhir Agustus hingga awal September. Rute Florence adalah konstelasi Piscis Austrinus, Capricornus, Aquarius, dan Delphinus.

acepoker11
acepoker11
tangkasnet
csaceofbet
aceofbet